Industri Otomotif Nasional Hitung Dampak Gejolak Harga Minyak Dunia
Para pelaku industri otomotif nasional saat ini tengah menghitung secara cermat potensi dampak finansial dari kenaikan harga bahan baku yang bersumber dari minyak bumi. Perhitungan ini diperlukan mengingat setiap pabrikan memiliki struktur biaya yang bervariasi, sehingga implikasi kenaikan harga tidak dapat digeneralisasi.
Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki gambaran pasti mengenai besaran dampak tersebut. "Teman-teman juga lagi pada ngitung semuanya. Saya belum punya bayangan sama sekali. Karena masing-masing pasti akan beda satu sama lain," ujar Kukuh.
Dalam upaya menjaga kelangsungan produksi, industri otomotif mulai menjajaki berbagai alternatif sumber bahan baku. Namun, efektivitas solusi jangka pendek ini masih menjadi pertanyaan.
Solusi dan Tantangan Bahan Baku Petrokimia
Kukuh menjelaskan bahwa material berbasis petrokimia memegang peranan krusial dalam berbagai komponen otomotif. Mulai dari komponen kecil hingga bagian utama kendaraan seperti dashboard, jok, dan lampu, semuanya banyak menggunakan material plastik.
"Ya pastikan bahan plastiknya kan. Material dashboard, kursi, banyak sekali. Lampu, semuanya sudah plastik semua," jelasnya.
Ketergantungan pada plastik membuat industri ini sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku. Ditambah lagi, kenaikan biaya energi turut menambah beban operasional. Kombinasi kedua faktor ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual kendaraan di pasar.
Di sisi lain, kemampuan industri untuk mengalihkankan sumber pasokan juga memiliki batasan. Jika seluruh produsen otomotif beralih ke sumber alternatif yang sama, hal ini justru dapat memicu penumpukan permintaan di sumber baru tersebut.
"Kalau semua pindah ke sumber alternatif yang sama, ya nanti akan terjadi penumpukan permintaan di sana," tuturnya.
Gaikindo berharap situasi kenaikan harga minyak ini tidak berlarut-larut agar stabilitas industri otomotif dapat segera pulih. "Ya mudah-mudahan ini cepat berlalu. Karena nggak gampang untuk memindahkan ke tempat lain kalaupun ada," pungkas Kukuh.
Sumber : CNBC Indonesia
